Sunday, March 20, 2011

Selamat Datang

Ingatlah hari ketika kau datang di kota ini, kata seorang teman lama yang menyambutku saat baru saja tiba. Dia telah lebih dahulu merantau. Pernyataannya sungguh menggantung di benakku. Bagiku, seakan dia ingin menegaskan bahwa dari situ kelak kau bisa menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar bisa diterima di kota ini. Sekejam itukah tempat ini? Pikirku saat itu.  

Tentu saja aku mengingat hari itu. Bukankah hari itu juga adalah hari ketika aku meninggalkan tanah kelahiranku. Bagaimana mungkin aku bisa melupakannya. Hari itu adalah hari ketika aku menetapkan hati untuk memilih jalan yang aku sendiri belum melihat ujungnya. Hari ketika aku memilih meninggalkan tempat dimana begitu banyak pintu yang senantiasa terbuka untukku. Tahukah kau, kataku padanya beberapa bulan kemudian, sejak hari itu, bahkan hatiku masih dipenuhi kenangan.  

Lalu aku bercerita padanya tentang kota ini. Tentang betapa asingnya tempat ini untukku. Tentang waktu disini yang berjalan lebih cepat. Tentang ketidakpedulian. Tentang tidak saling kenal dan bertegur sapa. Tentang tidak lagi menjadi diri sendiri. Tentang bertahan hidup. Tentang identitas dan juga hal-hal remeh yang bergerak asing disekelilingku. Juga tentang dosa dan surga. Ah, kau terlalu banyak mengeluh, sanggahnya. Keluhan tidak diterima disini. Kau harus kuat dalam artian yang sebenar-benarnya.  

Dan apakah kota ini telah menerimamu? Dia bertanya padaku dengan nada menghakimi. Sungguh aku tak tahu bagaimana mesti menjawabnya. Untuk saat ini, kataku, bagaimana jika kau ubah saja pertanyaanmu. Karena hatiku masih dipenuhi kenangan, tidakkah lebih tepat jika kau bertanya, apakah aku sudah menerima kota ini? Sudahkah aku menyambutnya dengan suka cita? Bukankah akan lebih mudah, jika aku saja yang mengucapkan selamat datang kepadanya? Mungkin setelahnya, aku tidak akan mengeluh lagi. Mungkin setelahnya, aku bisa berdamai dengan kota ini. Mungkin setelahnya, kami, aku dan kota ini, akan baik-baik saja.  

Jkt, 08.07.2010

No comments:

Post a Comment